Tuesday, September 17, 2019

[yukbisnisproperti] Kopi atau Teh ?

 

Kopi atau Teh ?

Terserah ya karena kedua-duanya boleh saja, yang penting disajikan didalam cangkir...maka nikmatnya baru pas!

Sering kita fokus kepada kelebihan kekurangan produk itu sendiri, sedangkan proses penyajian kita kesampingkan, karena pada kenyataannya keduanya itu saling mendukung bahkan saling melengkapi hingga jadi sesuatu yang bernilai sangat.

Banyak saya berdiskusi dengan teman-teman marketing ataupun yang punya produk itu sendiri bahwa mereka mengeluhkan kesulitan menjual produknya yang dipercayainya 101% apik,

Rekan sahabat powerful pertanyaanya sudah tahu kan?
ya...kenapa ya kok sulit banget terjual padahal ok banget loh produknya, dan udah sering melakukan banyak hal promosi tapi gak closing-closing juga...??$#%^@$^

ada beberapa jawaban dari sekian banyak hal yang diberikan dan sudah dijalankan sebelumnya....mulai dari Rencana Produk, Realisasi Produk, Harga Produk, Kegiatan Jualan Produk, hingga Promosi Produk...ya tetap aja hasilnya belum maksimal walau ada respon tentunya,...

Ada satu hal sensitif yang tidak terindentifikasi dari proses selling produknya,,,dan memang membutuhkan benar kesabaran tingkat Malaikat...padahal Malaikat juga gak sabaran kalau gak closing-closing orang baik banyak dari kemampuannya...hehehe,,,
apa itu?

Ya begitu banyak tadi yang sudah dikerjakan mengenai produk itu sendiri, hingga lupa wadahnya...benar ibarat kopi dan teh yang makin nikmat karena disajikan dalam cangkir yang pas!

apa itu wadah yang belum selesai dikerjakan ?
ada 3 hal dalam wadah itu hingga sempurna dan sering luput :
1. KEMASAN, adalah paduan dari bentuk dan penyajiannya yang mencerahkan dan bila disajikan menambah pancaran isi dari produk itu sendiri (tidak sembarang, tetapi ada indentik),

contohnya : kopi dan teh, disajikan dalam bentuk cangkir yang sesuai dengan tema kopi dan teh itu sendiri, apakah original classic, atau mix modern maka bentuk harus mengikuti...bukan malah tabrakan...sehingga kenapa warung kopi(konvensional) tua yang ramai banget memakai bentuk cangkir yang kesannya original classic juga...bukan gelas modern minimalis...sehingga untuk sebagian besar pengunjung dan penikmatnya mendapatkan sensasi tersendiri (kesan).

contohnya : tetapi jika properti, misalkan rumah, maka kaitannya dengan perumahan itu sendiri karena rumah itu adalah kopi atau tehnya, sedangkan perumahan itu adalah? sudah tahu kan?
thanks masih ngikuti...ya berarti perumahan(konsep) itu adalah kemasannya,...maka lebih baik seusaikanlah hingga menciptakan kesan yang sesuai dengan rumahnya itu sendiri...kuasai yang mana terlebih dahulu yang harus ditampilkan dan terus updatenya...karena itu akan menimbulkan kesan serius, apik, dan terpercaya interprestasi dari produk yang kaya tersebut.

2. TAKARAN, adalah ukuran yang pas tidak berlebih tidak kurang dari produk itu sendiri karena semakin lebih akan jadi biasa, dan jika semakin kurang maka akan mudah dibandingkan.

contohnya : kopi dan teh seenak apapun dan semahal apapun itu jika berlebih-lebih salahsatu komposisi dan suguhkannya maka akan jadi tidak enak lagi (kebanyakan) tidak habis, kesan yang timbul tentulah kurang positif, kopi dan teh punya takaran yang pas hingga ngangenin kesan yang kita harapkan.

contohnya : properti, bila itu adalah rumah maka tempatkan yang sesuai dari komposisi dengan harga dengan target pembelinya...lakukan penempatan takaran berdasarkan cara dan kebiasaan pembelinya(target), sederhananya begini :

jika jual type 36 subsidi, bila harga sudah ok dan ingin menyesuaikan takaran maka takaran itu ada pada uang muka dan bunga rendah, dan bila bisa ditambahkan kamar utama agar sedikit besar maka akan jadi value daripada ikut arus,,,sehingga jualan dengan kamar terluas bisa jadi takaran baik bagi pembeli rumah subsidi atau jual tambah 1-2 meter tanah pengembangan...karena type pembeli subsidi adalah kemampuan finansial yang terbatas sudah tentu fokus kepada ketersediaan dana renovasi tapi jika kamar utama keluarga sudah agak besar maka akan lebih membantunya.

jika jual type kelas menengah, maka takaran ada pada apa ayo ?
ya ada pada luas dan model serta tetap ketersediaan kemudahan membayar...lakukan pendataan dan sasar hanya kepada kelas tersebut dengan tepat.

jika jual adalah kelas atas (premium), maka takarannya adalah personality identik, berikan hak untuk mendapatkan custom dan informasi mengenai keelitan serta lifestyle yang terakomodir...biasanya kelas pembeli ini takarannya keren dan unlimited yang penting dia senang dan mudah apalagi pembayaran sudah tentu banyak cash keras, ya mereka mau ditemui dan difollowup serta ikatannya adalah referensi dan relationship intens.

mau jualan tipe besar tanpa intens dan berharap jualan cuma lewat billoard? sudah pasti kecil closingnya.

3. PENYAJI NYA. adalah kapasitas penjualnya yang harus disesuaikan, mulai dari gesture-cara hingga polanya haruslah representasi dari kelas calon pembelinya...ciptakan kesan "saya membantu dan saya pasti sepenuh hati membantu serta terimakasih yang tersampaikan.

wah...ngak nyadar panjang juga tulisan kali ini, semoga aja terbaca dan bermanfaat ya, soalnya kebetulan lagi didepan komputer yang biasanya lewat smartphone butut eh sekarang didepan komputer..ya udah kayak nulis makalah aja.hehehe

Ok rekan sahabat yang powerful tetap semangat ya...semangat bacanya hehehe...maap bila buat rekan jadi pusing karena nahan pipis.

saya lanjut pesan kopi dulu nanti malam baru ngeteh aja...kopi tanpa gula udah 3 bulan nieh...bulan ke 7 pasti jadi dukun ekekekekeke.

Workshop How To Sell Property Expert with Harry Afandy,
Yogyakarta 26-27 Oktober 2019

More info :


__._,_.___

Posted by: abadrekan2@yahoo.co.id
Reply via web post • Reply to sender • Reply to group • Start a New Topic • Messages in this topic (3)

.

__,_._,___

[yukbisnisproperti] Digest Number 4362

4 Messages

Digest #4362

Messages

Mon Sep 16, 2019 8:11 pm (PDT) . Posted by:

abadrekan2

Spekulasi Tanah di Calon Ibu Kota? Bisa?!


"Kemaren saja viral iklan properti dari pengembang besar. Padahal lokasinya jauh dari calon ibu kota meski berada dalam satu propinsi yang sama", ujar Dani dari Griya.ID sembari memberi contoh.



Jadi bisa gak spekulasi tanah di calon ibu kota? Baca lebih lengkap di sini http://yukbisnisproperti.org/2019/08/spekulasi-tanah-di-calon-ibu-kota-bisa/ http://yukbisnisproperti.org/2019/08/spekulasi-tanah-di-calon-ibu-kota-bisa/

Mon Sep 16, 2019 8:11 pm (PDT) . Posted by:

abadrekan2

Pindahnya Ibukota ke Kalimantan, Bagaimana Prospek Properti di Jakarta?




Rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan diperkirakan secara tak langsung bakal menimbulkan gejolak di pasar properti khususnya terhadap ibu kota semula yakni Jakarta.




Associate Director Paramount Land Muhammad Nawawi menyebutkan, kalangan pasar merespons pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tentang ibu kota baru di Sidang Tahunan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah pada Jumat pekan lalu. Meski belum ditentukan lokasi pastinya, namun dinilai bakal membawa keuntungan dan kerugian buat sektor properti.




Baca Selengkapnya : http://yukbisnisproperti.org/2019/08/pindahnya-ibukota-ke-kalimantan-bagaimana-prospek-properti-di-jakarta/?fbclid=IwAR2SUJWy6HIjRePlAd4IPRoCB9qdBKEZYBqvD99iSvMZ_V03xQOZjTq6cgk http://yukbisnisproperti.org/2019/08/pindahnya-ibukota-ke-kalimantan-bagaimana-prospek-properti-di-jakarta/?fbclid=IwAR2SUJWy6HIjRePlAd4IPRoCB9qdBKEZYBqvD99iSvMZ_V03xQOZjTq6cgk




Mon Sep 16, 2019 8:11 pm (PDT) . Posted by:

abadrekan2

KPR BP2BPT, KPRnya Pekerja Informal. Download Penjelasannya Di Sini


Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) merupakan program subsidi perumahan yang diusung oleh Bank Dunia bagi masyarkat berpenghasilan rendah yang tidak memiliki rekam jejak perbankan. Dalam skema BP2BT, pemerintah akan memberikan subsidi uang muka hingga 25% yang bisa dilanjutkan peserta dengan tabungan yang dimiliki.



Download penjelasan lebih lengkapnya di sini http://yukbisnisproperti.org/2019/09/kpr-bp2bpt-kprnya-pekerja-informal-download-penjelasannya-di-sini/ http://yukbisnisproperti.org/2019/09/kpr-bp2bpt-kprnya-pekerja-informal-download-penjelasannya-di-sini/

Mon Sep 16, 2019 8:11 pm (PDT) . Posted by:

abadrekan2

Emang Ada Nasi Padang Rp 3.500 Enaaaakkk???




Perhatikan iMage yang diciptakan RM. Padang ini dan berusaha disampaikan dengan lugas adalah bentuk identitas dan lebih daripada promosi sampai bentuk namanya saja dimasukan kata-kata "Murah" dibandrol "harga Rp 3.500".




Emang bisa??? trusss




Memang benar murah dan banyak yang mampir akhirnya...bahkan sadisnya bule-bule jadi kira makanan apa dan penasaran karena banyak yang masuk keluar muka ceria bener-bener buat penasaran jadi masuk mencicipi...coba aja liat sampai berjejer antrian bule dibalik etalase kaca gede RM Padang Murah ini.




Saya makan pakai nasi telur + perkedel + tahu + ada air teh hangat, ditambah lagi 1 porsi kawan saya nasi + ikan + terong + kuah + sambal + ada air teh hangat lagi cuma bayar Rp 15.000....Gilaaaa edannn edannn ini benar-benar "Naknaannn" kata-kata Pak Tung Desem Waringin,




Fenomena harga dan bentuk kata-kata buat nama hingga tagline terus apalah yang aneh-aneh punya arti luarbiasa dalam men-grab calon konsumen, tapi pertanyaannya apakah menjamin sukses dan calon konsumen jadi kembali dan loyal merubah dirinya jadi pelanggan???




Ada hal penting yang sangat penting dan kadang insightnya tidak didapat oleh pebisnis pemula dalam merubah diri calon konsumen agar jadi pelanggan dan pelanggan jadi brand ambassador usaha itu, apa hal penting itu???




Ya...konsisten dan persisten dari apa yang sudah diciptakan lewat iMage yang berani dibangun!




Contoh lucunya :




1. Pernah makan ditempat yang judul dan namanya cetarrrr membahana kata Mrs. Syahrini? kayak bakso geledek atau bakso halilintar ataupun apalah..., betul cetar di namanya tapi rasanya tak menggambarkan cetar, pelayanannya kurang cetar, dan identik baksonya yang cetar kok cuma isi identik cuma pedas cabe rawit...nah coba inovasi lain yang buat produknya tetap identik cetarnya bukan sekedar nama yang cetar!




2. Laundry murah, hati2 kalau murah harus murah terus jangan sampai mahal dan tetap loh murah itu harga yang dibayar kalau urusan profit sedikit yang diterima ternyata tidak boleh serta merta merubahnya jadi mahal, tapi coba cari akal baru agar profitnya tetap wow...bisa saja efisiensinya diterapkan karena potong proses yang tak perlu contohnya :




SELF SERVICE + RETURN PACK, bawa kantong sendiri, packing khusus 1 kali terus nantinya packing tersebut bisa dibawa kembali ketika masuk laundry berikutnya dengan gimmick tertentu.

FAKTOR KALINYA DIPERBANYAK DAN DIPERSERING, kadang ini yang belum terjangkau untuk menaikan profit atau belum tahu caranya...tetapi jika tagline murah sudah tercantol ya mau gak mau faktor kali ini harus dirumuskan.

REKOMENDADI PELANGGAN PADA BISNIS, ya ketika sudah ada konsumen pada bisnis kita sebaiknya mulailah dengan merumuskan insentive untuk program rekomendasi pelanggan untuk menjaring pelanggan lainnya dari Ring1 bahkan Ring2 mereka, karena ini akan menghemat cost marketing dan media promosi ya jika dianggarkan lebih baik dirumuskan untuk mereka, saya lihat banyak toko2 lama dengan nama biasa-biasa aja tapi kok tetap diserbu dan direkomendasi pelanggannya terus menerus...oh ternyata mereka secara sadar tidak sadar memainkan strategi ini.




3. Perumahan Asri dan Modern, ternyata tak juga sesuai...sehingga awal mula saja konsumen sudah melihat kekacauan dilapangan yang tak enak dipandang, mulai dari tumpukan batu, jalan yang tak berbentuk, areal kavling tumbuh semak belukar, dan tak ada tanda2 modern yang tersematkan di perumahan yang sudah diberi tagline....semoga tak terjadi dan tak dilakukan ditempat proyek kita ya.




Saya percaya bangettt mereka yang keluar jadi pemenang dan selalu jadi pemenang bukan mudah menjaga tagline dan nama produk mereka agar sesuai produk nyata yang diproduksinya mulai dari nama, bentuk, kemasan hingga cara jual bahkan after salesnya dan mentalitas cara bisnisnya yang powerful, insight ini yang kadang luput dari mereka yang awal mengebu2 berbisnis hanya memperhatikan nama dan slogan agar keren tapi tak konsisten dan persisten dalam prosesnya!




Ini membuat mereka mabuk dipertengahan jalan dan tak bangkit lagi...karena modal pinjamannya habis dan satu-satunya!




Mereka lupa bahwa yang terus menang dan konsisten itu selalu mempertahankan dan menyelesaikan apa yang dia buat dan terus belajar menyelaraskan diri terhadap perubahan tanpa merubah identik yang telah dia lahirkan tapi cara-cara saja yang diupdate.




Semoga bermanfaat, dan koreksi ini buat saya juga agar selalu mempertahankan apa yang telah saya buat dan teman buat dan bisa menyelesaikan semua yang telah dimulai dengan kemenangan bukan kegagalan!




Sampai ketemu di Workshop How To Sell Property Expert with Harry Afandy, Yogyakarta 26-27 Oktober 2019




More info :

➡ http://bit.ly/YesImPowerfull http://bit.ly/YesImPowerfull

➡ http://bit.ly/YesImPowerfull http://bit.ly/YesImPowerfull

➡ http://bit.ly/YesImPowerfull http://bit.ly/YesImPowerfull




Monday, September 16, 2019

[yukbisnisproperti] Semangat! Ini Peluang Bisnis Properti Di Ibu Kota Baru

 

Semangat! Ini Peluang Bisnis Properti Di Ibu Kota Baru

Ibu kota Indonesia akan pindah pada 2025 mendatang. Yuk, intip peluang bisnis sewa hunian di ibu kota baru. Seperti dikutip oleh situs berita online, Presiden Joko Widodo menyatakan Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia pada Senin (26/8/2019).

Lokasi ibu kota baru ini berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara. Lokasinya tidak jauh dari Balikpapan, salah satu kota industri di Kalimantan Timur.

Ada sepuluh lembaga yang akan pindah yaitu pertama, istana dan lembaga eksekutif. Kedua, lembaga legislatif seperti DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat), dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah).

Baca Selengkapnya : http://yukbisnisproperti.org/2019/09/semangat-ini-peluang-bisnis-properti-di-ibu-kota-baru/?fbclid=IwAR39E6ja0y42UPRaWJKgqWHH7t9jviLgfW66AnrlRiV0mOqGWrhItlLkZsc

__._,_.___

Posted by: abadrekan2@yahoo.co.id
Reply via web post • Reply to sender • Reply to group • Start a New Topic • Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

[yukbisnisproperti] Emang Ada Nasi Padang Rp 3.500 Enaaaakkk???

 

Emang Ada Nasi Padang Rp 3.500 Enaaaakkk???

Perhatikan iMage yang diciptakan RM. Padang ini dan berusaha disampaikan dengan lugas adalah bentuk identitas dan lebih daripada promosi sampai bentuk namanya saja dimasukan kata-kata "Murah" dibandrol "harga Rp 3.500".

Emang bisa??? trusss

Memang benar murah dan banyak yang mampir akhirnya...bahkan sadisnya bule-bule jadi kira makanan apa dan penasaran karena banyak yang masuk keluar muka ceria bener-bener buat penasaran jadi masuk mencicipi...coba aja liat sampai berjejer antrian bule dibalik etalase kaca gede RM Padang Murah ini.

Saya makan pakai nasi telur + perkedel + tahu + ada air teh hangat, ditambah lagi 1 porsi kawan saya nasi + ikan + terong + kuah + sambal + ada air teh hangat lagi cuma bayar Rp 15.000....Gilaaaa edannn edannn ini benar-benar "Naknaannn" kata-kata Pak Tung Desem Waringin,

Fenomena harga dan bentuk kata-kata buat nama hingga tagline terus apalah yang aneh-aneh punya arti luarbiasa dalam men-grab calon konsumen, tapi pertanyaannya apakah menjamin sukses dan calon konsumen jadi kembali dan loyal merubah dirinya jadi pelanggan???

Ada hal penting yang sangat penting dan kadang insightnya tidak didapat oleh pebisnis pemula dalam merubah diri calon konsumen agar jadi pelanggan dan pelanggan jadi brand ambassador usaha itu, apa hal penting itu???

Ya...konsisten dan persisten dari apa yang sudah diciptakan lewat iMage yang berani dibangun!

Contoh lucunya :

1. Pernah makan ditempat yang judul dan namanya cetarrrr membahana kata Mrs. Syahrini? kayak bakso geledek atau bakso halilintar ataupun apalah..., betul cetar di namanya tapi rasanya tak menggambarkan cetar, pelayanannya kurang cetar, dan identik baksonya yang cetar kok cuma isi identik cuma pedas cabe rawit...nah coba inovasi lain yang buat produknya tetap identik cetarnya bukan sekedar nama yang cetar!

2. Laundry murah, hati2 kalau murah harus murah terus jangan sampai mahal dan tetap loh murah itu harga yang dibayar kalau urusan profit sedikit yang diterima ternyata tidak boleh serta merta merubahnya jadi mahal, tapi coba cari akal baru agar profitnya tetap wow...bisa saja efisiensinya diterapkan karena potong proses yang tak perlu contohnya :

SELF SERVICE + RETURN PACK, bawa kantong sendiri, packing khusus 1 kali terus nantinya packing tersebut bisa dibawa kembali ketika masuk laundry berikutnya dengan gimmick tertentu.
FAKTOR KALINYA DIPERBANYAK DAN DIPERSERING, kadang ini yang belum terjangkau untuk menaikan profit atau belum tahu caranya...tetapi jika tagline murah sudah tercantol ya mau gak mau faktor kali ini harus dirumuskan.
REKOMENDADI PELANGGAN PADA BISNIS, ya ketika sudah ada konsumen pada bisnis kita sebaiknya mulailah dengan merumuskan insentive untuk program rekomendasi pelanggan untuk menjaring pelanggan lainnya dari Ring1 bahkan Ring2 mereka, karena ini akan menghemat cost marketing dan media promosi ya jika dianggarkan lebih baik dirumuskan untuk mereka, saya lihat banyak toko2 lama dengan nama biasa-biasa aja tapi kok tetap diserbu dan direkomendasi pelanggannya terus menerus...oh ternyata mereka secara sadar tidak sadar memainkan strategi ini.

3. Perumahan Asri dan Modern, ternyata tak juga sesuai...sehingga awal mula saja konsumen sudah melihat kekacauan dilapangan yang tak enak dipandang, mulai dari tumpukan batu, jalan yang tak berbentuk, areal kavling tumbuh semak belukar, dan tak ada tanda2 modern yang tersematkan di perumahan yang sudah diberi tagline....semoga tak terjadi dan tak dilakukan ditempat proyek kita ya.

Saya percaya bangettt mereka yang keluar jadi pemenang dan selalu jadi pemenang bukan mudah menjaga tagline dan nama produk mereka agar sesuai produk nyata yang diproduksinya mulai dari nama, bentuk, kemasan hingga cara jual bahkan after salesnya dan mentalitas cara bisnisnya yang powerful, insight ini yang kadang luput dari mereka yang awal mengebu2 berbisnis hanya memperhatikan nama dan slogan agar keren tapi tak konsisten dan persisten dalam prosesnya!

Ini membuat mereka mabuk dipertengahan jalan dan tak bangkit lagi...karena modal pinjamannya habis dan satu-satunya!

Mereka lupa bahwa yang terus menang dan konsisten itu selalu mempertahankan dan menyelesaikan apa yang dia buat dan terus belajar menyelaraskan diri terhadap perubahan tanpa merubah identik yang telah dia lahirkan tapi cara-cara saja yang diupdate.

Semoga bermanfaat, dan koreksi ini buat saya juga agar selalu mempertahankan apa yang telah saya buat dan teman buat dan bisa menyelesaikan semua yang telah dimulai dengan kemenangan bukan kegagalan!

Sampai ketemu di Workshop How To Sell Property Expert with Harry Afandy, Yogyakarta 26-27 Oktober 2019

More info :


__._,_.___

Posted by: abadrekan2@yahoo.co.id
Reply via web post • Reply to sender • Reply to group • Start a New Topic • Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Wednesday, September 11, 2019

[yukbisnisproperti] Digest Number 4361

2 Messages

Digest #4361

Messages

Tue Sep 10, 2019 7:59 pm (PDT) . Posted by:

abadrekan2

Dia DP 18jt tanah Milyaraannn!!!




Sedikit percakapan hot deal tanah senilai Milyaran cuma diikat dengan 10jt,...! Wow gak?




Coba bayangkan!!! Tanah dengan nilai permeternya 2jt dengan luas 1.5 Hektar....dikasi Dia dan diikat dengan DP 18jt!....Gilaaaa edan saya pikir kok bisa ya (sampai kebingungan sendiri!)

Jujur tadinya bingung bahkan kebingungan sendiri kok bisa Dia bisa ya!@#*$;@*';$




Ada apa gerangan...tapi percaya pasti ada sebab jodoh baik yang diberikan Tuhan dan satu lagi karena ya Dia apa adanya yang ditampilkan...




Seingatnya waktu Dia melakukan langkah apa saja ( coba di breakdown ya ). barangkali bisa jadi ada yang bermanfaat.... :

1. Dia datang sendirian (tanpa pengawal dan biasanya Makelar, padahal info tanah ini dari makelar dan makelarnya otomatis adakan...cuma prinsipnya Dia senangkan dan tenangkan makelarnya gak perlu repot2 komisi pasti gede kalau Dia nego sendiri dan syaratnya biarkan Dia ekplore sendiri ketika sama pemilik tanah).

2. Dia pilih waktu yang TEPAT bukan CEPAT, ya Dia terbiasa melihat siapa, kenali karakternya kumpulin informasi sederhana mengenai kebiasaannya sedini mungkin dari para nara sumber yang ada salahsatunya makelarnya sebagai MODAL STORY...guna observasi dan menanamkan relationship positif tetapi dengan karakter Dia pribadi juga...jadi bukan dibuat-buat! prinsip Dia jauh lebih baik terbuka agar orang yang Dia hadapi menang dan menilai cair terhadap gayanya.

nah Dia dapatkan Beliau Pemilik Tanah adalah Pak Haji yang cukup disegani kebetulan RT setempat dan sudah sepuh...

jadi apa yang saya bilang WAKTU YANG TEPAT BUKAN CEPAT ??? ya Dia datang setelah sholat Isya....seperti apa suasananya coba pikirkan apalagi saya datang sendiri!

3. Dia datang karena Niat yang Baik bahkan lebih daripada Win Win...ya Dia berprinsip Win - Win and Win Together dengan niat baik...selebihnya tidak!

jadi tidak berlapis apa yang disampaikan...sehingga membuka cakrawala diri kedua Insan hehehe...dan Dia bisa melihat...mendengar...dan pulang bawa kesimpulan bukan persepsi.

4. Dia datang bukan untuk memutuskan...tapi Dia datang untuk melihat...mendengar...dan menarik kesimpulan bukan persepsi!

5. Dia sudah siapkan perhitungan dasar sebagai cadangan utk plan B kalau memang ditanya Pak Haji waktu itu...tapi Dia tidak keluarkan draftnya...(buat jaga2 aja).

6. Dia berusaha tidak menonjol tapi ikut alur aja...tidak menonjolkan produk dan kehebatan sebagai senjata....tapi Dia tahu waktu itu Pak Haji perlu kenal Dirinya bukan produk atau harga yang dia jual...silahturahmi jauh lebih penting dari segalanya.

7. Dia siapkan poin-poin tidak lebih dari 3 saja...yang disampaikan sebagai bagian closing langkah relationship bukan dealing.

kenapa 3 poin saja? ya karena setiap orang mendengar apa yang disampaikan orang lain apalagi dalam jangka waktu yg tak singkat trus penuh gestur maka daya serap dan ingat tidak lebih dari 10%.

8. Dia putuskan harus sudahi pembicaraan dan kunjungan ketika sedang seru2nya beliau berbicara dan Dia nilai isinya sudah didapatkan, serta 3 poin sudah di sampaikan...ok waktunya stop menghentikan pembicaraan jangan sampai akhirnya malah terdiam kesan tidak ada bahan lagi.

prinsipnya harus bisa tinggakan kesan!

9. Dia percaya gesture positif dan sentuhan positif manjur dalam menitipkan pesan termasuk membuka pembicaraan tadi diawal tapi semua sudah saya sisipkan.

10. Tidak ada yang mustahil selagi niat baik (Nawaitu) kita positif apalagi Win-Win and Win Together sebagai prinsip utama.

10+1 = 11

tapi Hitungan Dia langsung loncat 10+1 = 18

artinya 18 adalah : 1 (itu Dia sendiri datang bukan orang lain) dan 8 (itu keberuntungan total).

Keberuntungan total diangka 8 itu keramat...kenapa? karena keberuntungan diri+doa anak istri+orangtua+team+semesta! nah semua jadi bulat.amin




Ternyata benar terkuak pagi ini jam 10.00 di lokasi yang sekarang tanah Pak Haji itu jual sekaligus kerjasama dengan kami modal DP 18jt, Pak Haji kisaran usia 80 tahu....wah mengatakan ke Dia dan didepan adiknya ketika penasaran tanya :

HAY : Pak Haji kenapa kok Pak Haji pilih jual dan kerjasama ke saya?

Pak Haji : iya padahal banyak sudah puluhan kali datang dan minta kerjasama dengan saya trus bawa ini bawa itu lah...tapi buat saya pusing...mereka datang ramai 3 sampai 4 orang terus kalau ngomong seolah hebat...pusing saya emangnya saya kenal dia? dan gak pagi gak sore gak malam datang aja...kan saya udah tua dan anak saya yang muda dirumah juga bisa nilai terlalu agresif tapi mau menang sendiri minta ini minta itu lah....bilang surat harus ini harus itulah...belum kenal tapi ngomong terus...sok akrab kayak dibuat-buat padahal itu makelar loh yang diutus sama Bosnya...nah apalagi Bosnya ya?@&#&#^.




Jujur ini semua karena si Dia bersyukur dijalur 18 tahun dunia sales dan marketing...dari door to door...asongan...kali lima...hingga best sales nasional berturut2 selama 5 tahun apalagi terjun di dunia properti marketing dan developer lagi.




Kesimpulan negosiasi tarik sendiri ya!

Tapi untuk sukses harus ada 3 minimal :

Modal Story + Modal Strategy + Modal Spirit + Modal Activity + Modal Faith + Modal Happines.




Seperti itulah sabahat MODAL STORY si Dia, dan si Dia adalah Coach Harry Afandy Mentor Workshop How To Sell Property Expert Batch 24, Yogyakarta 26-27 oktober 2019.




More info :

➡ http://bit.ly/YesImPowerfull http://bit.ly/YesImPowerfull

➡ http://bit.ly/YesImPowerfull http://bit.ly/YesImPowerfull

➡ http://bit.ly/YesImPowerfull http://bit.ly/YesImPowerfull




Tue Sep 10, 2019 8:53 pm (PDT) . Posted by:

abadrekan2

Undang-Undang Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman


Berbisnis properti tentu tidak akan pernah lepas dari peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan legislatif. Salah satunya yang memayungi bisnis properti khususnya permukiman dan perumahan adalah Undang-Undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Rekan-rekan YukBisnisProperti.org dapat mendownloadnya di sini http://yukbisnisproperti.org/2019/09/undang-undang-tentang-perumahan-dan-kawasan-permukiman-dapat-didownload-di-sini/ http://yukbisnisproperti.org/2019/09/undang-undang-tentang-perumahan-dan-kawasan-permukiman-dapat-didownload-di-sini/

Tuesday, September 10, 2019

[yukbisnisproperti] Undang-Undang Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

 

Undang-Undang Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman


Berbisnis properti tentu tidak akan pernah lepas dari peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan legislatif. Salah satunya yang memayungi bisnis properti khususnya permukiman dan perumahan adalah Undang-Undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Rekan-rekan YukBisnisProperti.org dapat mendownloadnya di sini http://yukbisnisproperti.org/2019/09/undang-undang-tentang-perumahan-dan-kawasan-permukiman-dapat-didownload-di-sini/


__._,_.___

Posted by: abadrekan2@yahoo.co.id
Reply via web post • Reply to sender • Reply to group • Start a New Topic • Messages in this topic (1)

.

__,_._,___